Putra Karimunjawa Tour - Paket Wisata Karimun Jawa Murah

Putra Karimunjawa Tour - Paket Wisata Karimun Jawa Murah

Tradisi Barikan Salah Satu Pesona Wisata Karimunjawa

Menjelang musim baratan tahun ini tepatnya di bulan suro warga Karimunjawa menggelar tradisi turun temurun Barikan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan permohonan agar selalu mendapatkan perlindungan dan limpahan rizki. Ini adalah salah satu pesona wisata yang ada di kepualuan karimunjawa.

Warga yang didominasi ibu-ibu dengan mengenakan bawahan kain sarung dan membawa buceng (tumpeng kecil dari nasi kuning), berkumpul dari empat penjuru jalan berkumpul di perempatan desa, setelah waktu salat asar tadi.

Ribuan warga Karimun jawa berkumpul di perempatan desa, tepatnya di perempatan Puskesmas Karimunjawa, Kamis sore 5 november 2015.

ketika berkumpul di perempatan, kemudian menggelar doa. Usai doa bersama di perempatan jalan desa, sembilan tumpeng besar diarak diiringi ribuan warga yang memakai pakaian tradisional dan juga di iringi tari tarian. Satu tumpeng paling besar langsung dibawa menuju pelabuhan rakyat Karimunjawa. Sementara, delapan tumpeng besar lainnya di arak ke tengah alun-alun Karimunjawa.

Pelaksanaan Barikan Karimunjawa di perempatan desa bukanlah tanpa makna melainkan sebuah pelajaran yang harus dihayati bahwa kita adalah bagian dari jagat raya, yang semestinya semua tindakan kita harus kita selaraskan dengan alam. Perlu ditegaskan bahwa selain ungkapan rasa syukur. tujuan dari Barikan adalah Tolak Balak.

Salah satu upaya untuk menghindari balak dan bencana adalah mengendalikan nafsu-nafsu yang ada pada diri kita. Sehingga terjadi harmonisasi antara diri kita sebagai manusia dengan seluruh isi jagat raya sebagai anugerah Ilahi. Manusia tak kuasa apa-apa, begitu kecil dan rapuh, karena memiliki sifat lemah, sakit, apes, lupa dan mati. Hanya kuasa dan petunjuk (hidayah) dari Tuhanlah mereka bisa menjalani penghambaan dirinya pada Yang Kuasa sebagai “abdi” yang bersyukur dan bertaqwa. Barikan merupakan bentuk ikhtiar permohonan pembebasan dari nafsu-nafsu jahat yang bersemayam dalam jasad manusia (baroatun). Ikhtiar ini dilakukan secara "bebarikan" bersama-sama dan berderet-daret memenuhi perempatan utama jalan desa. Dengan harapan Tuhan sebagai penentu segalanya, memberi kekuatan hambaNya dalam melakukan kebagusan "mbarik" baik dalam hubungannya dengan Tuhan, alam semesta, sesama manusia, dan diri sendiri.

Barikan ini sebagai wujud rasa syukur kami kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki yang melimpah dan berkah. Selain itu juga untuk menyambut datangnya musim Baratan,

Kalau musim baratan ombak besar dan angin kencang wisata karimun jawa juga sepi.Lewat barikan ini diharapkan warga Karimunjawa selalu diberi keselamatan dan limpahan rezeki.